Sabtu, 22 September 2012

[klubcinta] Tulisan: "Ingin Bahagiakan Anak, Tidak Sinkron"

 

Pasang
iklan di bulletin kami dengan Pick Up Point di berbagai Mall dan Resto: http://myyemayo.blogspot.com/p/pasang-iklan-di-bulletin-kami.html
 
 
KALAU INGIN MEMBAHAGIAKAN
ANAK, KENAPA TIDAK SINKRON?

     Di dalam seminar saya, saya sering
menanyakan orangtua seperti ini, "Siapakah di antara bapak-ibu yang ingin
membahagiakan anak-anak?" Hampir semua mengangkat tangannya dengan semangat,
suasana menjadi sedikit riuh.
 
     Kemudian saya bertanya lagi, "Siapakah di
antara bapak-ibu yang benar-benar merasa hidupnya bahagia?" Pertanyaan ini akan
membuat suasana segera senyap.. Dan tangan-tangan yang terangkat sudah sangat
berkurang jumlahnya. Biasanya, hanya sepertiga dari peserta yang hadir yang
mengangkat tangannya.    
 
Saya bertanya, "Siapakah
di antara bapak-ibu yang pernah mendapat promosi di dalam pekerjaannya?"
Sejumlah tangan terangkat, saya bertanya pada seorang peserta "Bapak senang
ketika mendapat promosi?" Jawabnya, "ya, saya sudah bekerja baik, tentu layak
mendapat promosi." Katanya datar.
     Saya lanjut lagi bertanya, "Siapakah di
antara ibu-ibu di sini yang rajin belanja ke pasar untuk memasak?" Beberapa ibu
mengangkat tangannya, kembali saya hampiri salah satu ibu dan bertanya, "Ibu
pernah belanja dan mendapatkan lengkap semua keperluan memasak?" Ibu itu mengangguk.
"Bagaimana perasaan ibu?" Tanya saya lagi. "Yaaa kan, kalau belum lengkap saya
akan cari terus. Kalau sudah lengkap, ya saya pulang." Jawab ibu.
     Kepada peserta lain saya bertanya,
"Bagaimanakah perasaan ibu ketika bangun pagi?" Jawabnya, "Ya, biasalah, saya
akan segera menyiapkan sarapan dan mengurus anak-anak ke sekolah." Kemudian,
satu orang lagi seorang bapak yang berprofesi sebagai pedagang, saya bertanya,
"Bapak, kalau dagangan bapak laku keras, apa perasaan bapak?" Bapak itu
menjawab, "Ya senanglah, tapi kan kalau dagang, tidak pasti, hari ini untung,
besok belum tentu." Jelasnya.
     Saya bertanya kepada 4 orang tentang
promosi, belanja, bangun pagi, dapat untung; dan jawaban para peserta itu
seperti mem-blok dirinya untuk benar-benar merasa 'senang'. Selalu ada alasan
pengimbang yang membuat rasa senang itu tidak benar-benar dirasakan ataupun
dinikmati. Bagaimana kita bisa membahagiakan anak-anak kita jika kita tidak
pernah benar-benar tahu apa itu 'senang' atau 'bahagia'?
"Pak, ketika bapak
dipromosi, mengapa bapak tidak berkata pada anak-anak bapak, ayah lagi senang
sekali karena ayah dapat promosi. Yuk, kita makan bareng merayakannya." Tanya
saya. Bapak yang saya tanyakan hanya diam.
     "Ketika semua belanjaan sudah lengkap,
pernahkah ibu berkata pada anak-anak ibu, mama senang banget semua belanjaan
mama lengkap, masakan mama pasti enak?" Pertanyaan saya hanya dibalas dengan
tatapan sang ibu, saya yakin ibu itu merasa bahwa perkara belanjaan lengkap
bukanlah suatu hal besar yang perlu digembar-gemborkan.
 
     Kebanyakan orangtua sangat ahli
mengungkapkan emosi-emosi negatif seperti kemarahan atau kekesalan. Namun tak
banyak orangtua pandai mengungkapkan emosi gembira, senang, bahagia. Ini sangat
tidak sinkron dengan tujuan mulianya ingin membahagiakan anak-anaknya. Orangtua
yang hanya tahunya marah ataupun sedih, sebenarnya sedang mewariskan suatu
'keahlian' pada anak-anaknya untuk berperasaan buruk dan meratapi hidup.
 
 
Yacinta Senduk SE, SH,
MBA, LLM
Principal of Yemayo Advance Education Center - Kursus Kecerdasan
Pribadi Pertama di Indonesia untuk usia 2 s.d 19 tahun
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter:
@Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin:
2736346A untuk twitter keluarga harian
Mari
berkenalan dengan Pre-School kami untuk usia 2 s.d 6 tahun, dengan konsep interaksi penuh dengan murid,
harga bersahabat dan sangat bermutu tinggi: www.juniory-pre-school.blogspot.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
ajang jodoh anak manusia - indonesia
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar